Sterilizer Door Kelapa Sawit : Harga, Tipe

Putratechsawit.com – Sterilizer door kelapa sawit merupakan salah satu komponen dari sterilizer station. Benda tersebut merupakan salah satu suku cadang mesin dari sterilizer station. Komponen tersebut bertujuan untuk menutup mesin ketika proses perebusan sawit sedang berlangsung. Tanpa adanya komponen ini perebusan tidak bisa dilakukan dengan sempurna.

Selain pentingnya adanya komponen tersebut, penutupan sterilizer door secara rapat juga penting. Apabila terjadi kerusakan pada bagian tersebut maka perebusan tidak akan tertutup sempurna. Komponen yang rusak berpotensi menghambat pengolahan minyak secara optimal.

Sterilizer door kelapa sawit juga mempunyai beberapa pelengkap seperti door packing/ door gasker, key for door dan ratchet for sterilizer door. Komponen tersebut juga harus dirawat agar dapat mengoptimalkan proses pengolahan sawit. Apabila ada bagian yang rusak, maka harus segera diperbaiki atau diganti.

Sterilizer Door Kelapa Sawit sebagai Komponen Penting

Sterilizer station kelapa sawit merupakan suatu bejana yang berperan dalam perebusan TBS memakai uap (steam). Uap yang dikeluarkan dalam alat ini dapat menurunkan kadar air dalam sawit. Hasil perebusan yang sempurna akan membantu mensukseskan proses selanjutnya.

Sterilizer station mempunyai beberapa bagian. Pertama, adalah sterilizer door. Komponen tersebut berguna sebagai jalan masuk TBS yang hendak direbus. Sterilizer door kelapa sawit juga berguna untuk mengeluarkan TBS yang sudah selesai direbus. Door harus ditutup dengan benar agar tidak ada uap yang terbuang.

Kami merekomendasikan Anda untuk membeli sterilizer door di PT. Putra Tunas Megah. Anda juga bisa melihat spesifikasi produk dalam https://putratechsawit.com/. Perusahaan tersebut telah terbukti mampu melayani berbagai klien ternama seperti Astra dan Wilmar. Selain itu, PT. Putra Tunas Megah sudah berpengalaman sejak berdiri pada tahun 1984.

Bagian selanjutnya adalah sensor. Sensor berada di ujung sterilizer, inlet valve, exchaust valve dan saluran condensate. Bagian tersebut berfungsi memberi tanda mengenai terbuka atau tertutupnya door. Apabila door terbuka, sensor tersebut memberi tanda lampu merah. Namun apabila door tertutup sensor memberi tanda lampu hijau.

Bagian lain dari alat ini adalah body atau drum rebusan. Bagian ini diisi dengan lori ketika proses perebusan berlangsung. Body diciptakan dari bahan stainless steal. Sementara bagian luarnya diselimuti dengan kapas dan ditutup dengan alumunium.

Bagian selanjutnya adalah safety valve. Yaitu sebuah katup otomatis yang mampu merespon tekanan. Apabila tekanan sudah memenuhi standar perusahaan, maka safety valve secara otomatis akan membuka sendiri. Setiap sterilizer station mempunyai komponen ini.

Berikutnya adalah bagian manometer. Manometer adalah indikator yang menunjukkan besaran tekanan dalam linear. Kemudian ada rail track yang merupakan lintasan bagi roli. Komponen tersebut umumnya diciptakan dari besi. Selanjutnya ada panel automatic system. Panel tersebut berguna untuk mengatur sterilizer. Pengaturan dapat dilakukan secara manual atau otomatis menggunakan panel tersebut.

Bagian berikutnya adalah valve steam. Yaitu katup uap. Alat tersebut mempunyai 3 katup uap, yaitu katup masuk (inlet valve), katup buang (exchaust valve) dan katup air buang (condensate). Ketiga katup tersebut berguna untuk menutup atau membuka aliran di dalam pipa.

Perlunya Merawat Setiap Komponen Sterilizer

Sebelum melakukan pengoperasian mesin, setiap komponen wajib diperiksa. Apabila ada kerusakan, harus segera diperbaiki atau diganti. Komponen pertama yang harus diperiksa adalah packing sterilizer door. Umumnya kerusakan yang terjadi pada bagian ini adalah terjadinya kebocoran. Apabila bocor, packing harus diganti.

Komponen selanjutnya yang harus diperiksa adalah komponen manometer. Manometer adalah penunjuk tekanan dalam bejana. Operator harus memastikan manometer telah menunjukkan angka nol yang artinya sudah tidak ada tekanan di dalam mesin. Apabila masih ada tekanan, uap akan menyembur saat pintu dibuka.

Komponen berikutnya adalah pelat penyaring kondesat. Komponen tersebut berada di dasar mesin. Penyaring harus selalu diperiksa. Apabila tersumbat, air kondesat berpotensi merusak packing sterilizer door kelapa sawit. Selain itu, katup pengaman juga harus diperiksa. Apabila rusak, tentu akan berpotensi menyebabkan tekanan berlebih dalam bejana.

Komponen selanjutnya adalah rail track. Posisinya harus diperiksa, apakah sudah benar atau terjadi pergeseran. Hal ini untuk mencegah lori terguling ketika melewati rail track. Hasilnya, bisa jadi sawit tumpah. Selain itu, lantai juga harus selalu dibersihkan agar tidak menjadi penghalang dalam usaha pengolahan minyak.

Pabrik kelapa sawit membutuhkan berbagai mesin dan komponennya untuk mengolah buah tersebut. Tidak hanya itu, benda tersebut juga harus diperiksa dan dirawat agar pengolahan sawit berjalan lancar. Salah satu komponen yang penting adalah sterilizer door kelapa sawit.

Baca juga :

Jual Sterilizer door kelapa sawit di Medan

Bagi Anda yang sedang mencari dan ingin membeli Sterilizer door kelapa sawit di Medan, Putratechsawit menyediakan produk tersebut. Berikut ini adalah spesifikasi Sterilizer door kelapa sawit di Medan yang kami jual.

Sterilizer Door Kelapa Sawit

TECHNO Pressure Clutch Door has been in the market for over 20 years. We develop and manufacture a wide range of very reliable, economical and efficient pressure clutch doors, to ensure the smooth and productive operation of the sterilizer opening and closing door operation.

Our standard sizes range from OD 600 mm – 3200 mm. Size OD. 600 mm – 1200 mm is typically used for vertical sterilizer, while size 1700 mm – 3200 mm are for horizontal type. Our sterilizer doors are generally designed to withstand inner pressure of 3.5 KG/cm2 or 50 psig. Clutch door of other sizes and pressure range can be designed and made to order. Operational safety is the key consideration in the design of the TECHNO pressure clutch door. It is strictly manufactured in compliance with ASME Section VIII and IPNKK Depnaker code of pratice.

Leave a Reply