Mengenal Bagian Clutch Door Kelapa Sawit dan Fungsi

Putratechsawit.com – Mengenal Bagian Clutch Door Kelapa Sawit dan Fungsi yang perlu Anda ketahui sebelum membeli Clutch Door untuk kebutuhan Kelapa Sawit.

Alat satu ini menjadi yang paling sering digunakan dalam pabrik minyak goreng skala besar. Fungsinya sebenarnya yakni sebagai penutup selama proses perebusan. Clutch Door kelapa sawit sendiri memiliki berbagai model produksi, terutama sebuah merek dari Malaysia.

Apa Itu Clutch Door Kelapa Sawit ?

Mengenal Bagian Clutch Door Kelapa Sawit dan Fungsi
Mengenal Bagian Clutch Door Kelapa Sawit dan Fungsi

Clutch Door biasa juga disebut dengan pintu rebusan. Alat ini dianggap sebagai salah satu leading dalam industri kelapa sawit. Sementara merek yang paling banyak digunakan adalah Wang Yuen pabrikan dari Malaysia.

Ada beberapa ukuran yang tersedia saat memilih clutch door mulai dari 900 mm, 1200 mm, 2100 mm, 2700 mm, 2800 mm dan terakhir adalah 3200 mm. Sementara alat ini tersedia dalam dua tipe yakni rebusan vertikal dan horizontal. Kebanyakan pabrik industri sawit saat ini akan memakai jenis kedua.

Penggunaan tipe rebusan vertikal bahkan dianggap sebagai tren dalam pabrik produksi pabrik sawit. Pasalnya stasiun dengan model seperti ini memiliki alur serupa seperti rebusan lainnya. Ukuran khusus pada jenis ini tersedia dalam tiga bentuk yakni 1200 mm, 1400 mm dan 1750 mm.

Bagian dan Fungsi Clutch Door Kelapa Sawit

Ketel rebusan yang paling umum digunakan adalah jenis vertikal. Selain itu, didesain khusus pada tekanan kerja uap sebesar 3,5 Bar kapasitas 25 Ton setiap satu siklus perebusan dengan pintu charge atas dan discharge bawah. Selanjutnya tahapan ini menggunakan sistem hydraulic power pack.

Ketel ini dilengkapi dengan bagian bernama telescopic chute dan siding dor yang digunakan untuk memasukkan buah. Kedua komponen tersebut dipasang pada conveyor dimana digerakkan oleh alat berupa hydraulic cylinder. Selain itu juga terdapat  auger screw conveyor guna mengeluarkan TBS.

TBS sendiri merupakan tandan buah segar kelapa sawit. Bagian lainnya yang berada di posisi tengah dilengkapi dengan arch breaker berjenis screw conveyor. Fungsinya adalah membantu menurunkan TBS ketika sudah masak serta melindungi hantaman TBS ketika pengisian.

Karakteristik Istimewa Clutch Door Kelapa Sawit

Salah satu karakteristik istimewa dari clutch door adalah adanya komponen berupa hydraulic dan pneumatic. Keduanya akan dikendalikan oleh panel pusat PLC yang juga memiliki mimic diagram dan juga display record. Keduanya terpasang pada lantai atas dan bawah stasiun rebusan.

Setiap clutch door dilengkapi dengan telescopic chute atau biasa disebut pemasukan TBS dan juga sliding door. Keduanya terletak pada conveyor distributor yang dihubungkan secara vertikal. Chute tersebut telah dirancang sedemikian rupa sehingga mampu bergerak naik turun ketika pintu atas dibuka

Selain itu, siding dor yang terpasang pada setiap bottom conveyor akan membuka jalannya TBS. Fungsinya agar bisa bergerak turun pada saat pengisian. Ketika proses tersebut sudah selesai dan penuh, maka komponen tersebut menutup secara otomatis lalu disusul oleh bergeraknya telescopic.

Cara Merawat Clutch Door Kelapa Sawit

Pemeliharaan mesin pada sebuah industri besar sebenarnya hampir serupa. Perawatan ini hanya cukup disesuaikan dengan zat pengotornya saja. Misalnya dalam proses produksi minyak sawit maka akan banyak diganggu oleh lemak mengendap, pigmen asli buah tandan segar dan lainnya.

Perawatan mesin clutch door dilakukan dengan dua tahapan yakni pembersihan (cleaning) dan juga preventive maintenance. Biasanya dua proses merawat tersebut masih belum dilakukan secara maksimal sehingga menjadi penyebab utama dari kerusakan alat tersebut.

Tindakan perbaikan penting dilakukan guna memperbaiki tingkat efektivitas dari mesin sehingga mampu menekan kerusakan maupun gangguan sekecil mungkin. Hal ini juga bertujuan demi kegiatan produksi tetap berjalan lancar tanpa ada hambatan.

Jenis Masalah dan Kerusakan yang Ada di Clutch Door

Kerusakan pintu rebusan menjadi alasan paling utama yang sering dialami oleh pabrik industri sawit skala besar. Umumnya gangguan ini terjadi di bagian bawah pintu rebusan dikarenakan adanya gangguan air sisa kondensat.

Selain itu, masalah lainnya yang juga sering dialami adalah kebocoran packing. Tentu saja gangguan ini bisa dikatakan cukup fatal karena bisa mengganggu proses produksi pada mesin clutch door. Jadi apabila ditemukan kendala ini, maka lebih baik untuk segera diperbaiki.

Pekerjaan pemeliharaan ini dilakukan ketika sudah diketahui sebuah kerusakan pada sebuah peralatan. Perbaikan ini perlu dilakukan mulai dari suku cadang, alat sekaligus juga tenaga kerjanya sehingga penting untuk diperhatikan secara detail.

Konstruksi Clutch Door Kelapa Sawit

Ada beberapa konstruksi yang tersusun dalam clutch door kelapa sawit. Bisa dikatakan bahwa alat ini memang cukup kompleks karena terdiri dari serangkaian peralatan relatif banyak. Begitu pun ukurannya pun juga sangat besar sehingga memiliki kapasitas memadai pada tandan buah segar.

Badan Ketel Rebusan

Ukuran dari badan ketel rebusan sendiri adalah 3200 mm dengan tinggi 6700 mm dimana memiliki kapasitas sekitar 25 ton tandan buah segar untuk setiap siklus perebusan. Unis ini terbuat dari material boiler berjenis SA516 G70 x 14 mm yang sangat tebal. Pabrikasi mengacu pada standar UPV.

UPV sendiri merupakan singkatan dari unfired pressure vessel yang sudah disahkan oleh peraturan pemerintah sehingga dapat dijadikan sebagai acuan. Selain itu, di bagian bawah ketel rebusan dibuat beberapa lubang pengeluaran sebagai jalannya air sisa kondensasi.

Susunan Katup Pipa Uap dan Condensate

Uap akan masuk lewat Healer 8” pipa uap seamless ukuran sch 4. Saluran ini dicabangkan menjadi 3 buah pipa lingkat 6” yang melewati ke proses perebusan pada bagian ujung. Selanjutnya dipasangi sebuah steam trap untuk menuju drainase.

Sementara katup uap akan masuk dari saluran berjenis butterfly dengan ukuran 8” yang bisa dioperasikan secara manual atau otomatis. Instalasi pipa ini juga dilengkapi globe valve serta pencegah balik diameter 8” sehingga proses perebusan terjadi dalam satu arah saja.

Pressure Gauge dan Temperature Gauge

Dua buah manometer bulat berjenis pressure gauge dengan penunjuk jarum serta diameter 203 mm, range tekanan 0-4 kg/cm2. Masing-masing akan dipasang di kedua ujung tempat perebusan tepatnya di atas pintu secara lengkap mulai dari 0-siphon, ½ ball valve dan nipple.

Satu termometer model bulat berupa temperature gauge dengan penunjuk jarum, ukuran diameter 152 mm dan rentang suhu 0-200 derajat celcius. Fungsi Nya untuk mengetahui berapa temperatur di bagian bawah perebusan dimana komponen ini dipasang di tengah-tengah konstruksi.

Prinsip dan Cara Kerja Mesin Clutch Door

Bejana uap yang bertekanan ini memiliki fungsi utama untuk merebus tandan buah segar atau TBS dengan menggunakan media pemanas. Panas tersebut berupa uap basah dari sisa pembuangan turbin uap tekanan sekitar 3 kg/cm2 serta temperature 145⁰C.

Dua tipe mesin clutch door adalah vertikal dan horizontal. Model pertama memiliki bentuk silinder yang mampu memuat 2 sampai 6 ton TBS. Buah akan dimasukkan lewat pintu atas dan dikeluarkan melalui saluran pengeluaran di bagian bawah depan.

Sistem kerja dari mesin ini berupa sebuah proses yang digunakan pada kebanyakan pabrik industri kelapa sawit. Fungsi utamanya adalah membersihkan buah kelapa sebelum diolah dengan tidak menggunakan banyak tenaga manusia.

Clutch Door kelapa sawit terdiri dari beberapa komponen yang cukup kompleks demi menunjang pengolahan hasil olahan minyak. Konstruksinya memang relatif rumit sehingga tidak heran apabila sering dijumpai ketika proses produksi dilakukan.