Cara Perebusan Kelapa Sawit dari Awal Sampai Akhir

Putratechsawit.com – Bagaimana Cara Perebusan Kelapa Sawit mulai dari tahap awal sampai akhir ? Produksi minyak goreng baik skala kecil maupun besar tentu menerapkan salah satu proses ini. Umumnya cara perebusan kelapa sawit memang hampir sama namun bisa saja berbeda tergantung dengan alat yang digunakan. Pasalnya ada beberapa mesin dipakai dalam tahapan

Alat untuk Merebus Kelapa Sawit

Cara Perebusan Kelapa Sawit dari Awal Sampai Akhir
Cara Perebusan Kelapa Sawit dari Awal Sampai Akhir

Ada sekumpulan alat yang digunakan untuk merebus kelapa sawit. Jadi bisa dikatakan bahwa proses ini akan menggunakan serangkaian peralatan dengan memanfaatkan tekanan steam atau uap panas. Tujuan dan fungsi tahapan ini juga tidak hanya satu saja, melainkan beberapa kegunaan sekaligus.

Alat untuk Merebus Kelapa Sawit

Pertama adalah unit sterilizer yang dilengkapi dua unit pintu sebagai tempat perebusan tandan segar. Selanjutnya ada pipa dan valve inlet untuk memasukkan uap ke sterilizer. Berikutnya yakni valve condensate guna membuang hasil kondensasi agar bisa ditampung pada chamber blowdown.

Berikutnya adalah pipa dan exhaust valve sebagai pembuangan uap perebusan. Selanjutnya ada komponen berupa PLC untuk mengatur dan mengontrol sistem pemanasan sehingga bisa diatur secara manual atau otomatis. Selanjutnya adalah air compressor guna menyuplai udara pengaktif pneumatic.

Fungsi dan Tujuan Alat Perebusan Kelapa Sawit

Alat perebusan kelapa sawit memang sangat kompleks karena terdiri dari banyak sekali komponen. Tidak heran apabila fungsi dan tujuannya pun cukup banyak. Pertama ialah inaktivasi enzim lipase agar mencegah kenaikan FFA (free fatty acid). Kedua, melunakkan brondolan agar lebih mudah dipisahkan.

Brondolan yang lunak akan memudahkan pemisahan daging buah dan biji sawit. Selain itu, juga bertujuan membuat proses pelepasan molekul minyak dari komponen kelapa sawit menjadi lebih mudah. Proses pemurnian akan relatif cepat sekaligus mengurangi kadar air sebagai zat pengotor.

Suhu Perebusan Kelapa Sawit

Suhu yang diatur dalam proses perebusan kelapa sawit ini bertujuan untuk menonaktifkan aktivitas enzim. Hal ini diharapkan mampu meminimalkan adanya luka pada permukaan buah dimana menjadi penyebab rendemen akan berkurang. Tentunya hal ini harus diminimalkan terutama dalam produksi.

Enzim umumnya tidak akan stabil pada suhu lebih dari 50 derajat celcius.  Sementara perebusan kelapa sawit biasanya diatur di temperature sekitar 120 derajat celcius. Selain itu, asam lemak bebas atau biasa disebut sebagai free fatty acid mampu dipertahankan jumlah kenaikannya.

Asam lemak bebas sendiri menjadi indikator dari kerusakan minyak sebagai hasil luaran kelapa sawit. Suhu perebusan yang ditentukan kurang maksimal, tentu membuat kadar FFA (free fatty acid) juga bertambah. Hal ini akan berpengaruh terhadap turunnya kualitas pada produk akhirnya.

Jenis Mesin Perebusan Kelapa Sawit

Jenis mesin yang digunakan dalam proses perebusan disebut sebagai continuous sterilizer. Sesuai dengan namanya, tahapan ini dilakukan secara terus menerus. Tujuannya untuk memperoleh rendemen minyak sebanyak-banyaknya tanpa dengan zat pengotor seminimal mungkin.

Perebusan menggunakan mesin yang didesain khusus untuk merebus tandan segar kelapa sawit. Nantinya buah akan dibiarkan selama beberapa saat di bawah pengaruh panas. Uap air sebagai sumbernya didatangkan dari black pressure vessel dimana fungsinya memanaskan seluruh ruang kerja

Panas yang diterima oleh buah tersebut mampu mengenai seluruh permukaan. Keberhasilan selama proses perebusan ini akan mempermudah tahapan berikutnya seperti threshing, press, digester dan lain-lain.

Cara Menghitung Steam pada Sterilizer

Steam pada sebuah sterilizer ini merupakan total panas yang dibutuhkan untuk merebus keseluruhan tandan buah kelapa sawit segar. Perhitungannya harus dilakukan secara tepat menggunakan rumus Qs = Mx Cp x (T2-T1).

Cara menghitungnya perlu menggunakan tabel yang berisikan dengan kandungan FFB, persentase, massa (Kg/jam), Cp serta m.Cp. Nantinya bisa diketahui rumusan Cp = m . Cp / M. Berikutnya baru Anda bisa menghitung Qs untuk mengetahui berapa hilangnya panas pada dinding serta peralatan.

Selanjutnya Mu sebagai massa aliran uap oleh sterilizer dirumuskan dengan Qu = Lh x Mu. Perlu dipahami terlebih dahulu bahwa panas yang dibutuhkan oleh sterilizer merupakan total steam dari uap. Perhitungan kali ini bisa menggunakan rumusan Q (st) = Qu.  

Itulah tadi ulasan mengenai cara perebusan kelapa sawit sekaligus dengan alat serta rumusan yang digunakan dalam proses tersebut. Tahapan ini penting dilakukan untuk berbagai tujuan, salah satunya yakni meminimalkan kenaikan FFA pada hasil akhirnya.